Flashback yang menceritakan pertarungan mereka dimulai, Hashirama dan Madara. Mereka bertarung, saling serang dengan jutsu andalan masing-masing. Serangan-serangan tersebut bahkan sampai menciptakan ledakan besar yang terlihat dari langit.
Dari ledakkan itu, tampak
dua sosok raksasa yang mengerikan. Hashirama berdiri di atas sesosok mahluk
yang terbuat dari elemen kayu, hal yang membuat Madara cukup kaget dan berkata,
"Ingin menggunakan Mokuton - Gobi no
Jutsu untuk melawan Bijuu?"
Madara sendiri duduk di atas sosok yang lebih
mengejutkan. Tak hanya sekedar Kyuubi, melainkan Kyuubi yang tubuhnya sudah
dilapisi jubah perang. Ya, Madara melapisi Kyuubi dengan Susanoo.
"Apa!? Dia membuat Bijuu menggunakan
Susanoo layaknya armor? Madara sialan, ternyata kau pintar juga." pikir
Hashirama, yang malah tampak semakin menikmati pertarungan.
"Hashirama senju & Madara uchiha"
Naruto chapter 621 by : belalangpayah
Kyuubi memegang pedang
Susanoo Madara, dan menggunakannya untuk menebas Hashirama. Namun, "Aku
bisa memprediksi bagaimana kau akan menggunakan pedang itu!!" ucap
Hashirama dan kemudian menahannya dengan Mokuton, "Mokuton - Hotei no
Jutsu!!" Kedua tangan raksasa kayu Hashirama menahan serangan itu.
Tak hanya sampai sana, jutsu Hashirama terus berlanjut. Di sekitar Kyuubi, muncul tangan-tangan raksasa elemen kayu yang siap untuk menyergapnya. Namun, Madara mampu mengantisipasinya. Kyuubi mengayunkan pedangnya, menciptakan tebasan tiga ratus enam puluh derajat yang membuat tangan-tangan itu putus. Dan bahkan, gunung-gunung di sekitar mereka juga ikut terbelah.
Tak hanya sampai sana, jutsu Hashirama terus berlanjut. Di sekitar Kyuubi, muncul tangan-tangan raksasa elemen kayu yang siap untuk menyergapnya. Namun, Madara mampu mengantisipasinya. Kyuubi mengayunkan pedangnya, menciptakan tebasan tiga ratus enam puluh derajat yang membuat tangan-tangan itu putus. Dan bahkan, gunung-gunung di sekitar mereka juga ikut terbelah.
Hashirama
meloncat dari monsternya, kemudian berusaha untuk menjauh sejauh mungkin.
"Kalau begini terus, bisa-bisa tempat ini akan benar-benar hancur. Kami
harus mendekat ke laut." pikir Hashirama sambil meloncat di puing-puing
yang berjatuhan.
"Aku tak akan membiarkanmu meloloskan diri!!" teriak Madara, masih terus mengejar dengan Kyuubi berjubah Susanoo itu. "Apa kau hanya bisa berlari, hah!!?" Madara bersiap untuk menembakkan bijuudama dari Kyuubi. Dan tak hanya sebatas itu, bola hitam tersebut juga ditusuki dengan pedang chakra yang Kyuubi bawa. Jadi setelah ditembakkan, serangan itu membentuk putaran mirip shuriken berkekuatan super. "Kau tak akan bisa menghindarinya lagi, apa yang akan kau lakukan, hah!!?" ucap Madara.
"Aku tak akan membiarkanmu meloloskan diri!!" teriak Madara, masih terus mengejar dengan Kyuubi berjubah Susanoo itu. "Apa kau hanya bisa berlari, hah!!?" Madara bersiap untuk menembakkan bijuudama dari Kyuubi. Dan tak hanya sebatas itu, bola hitam tersebut juga ditusuki dengan pedang chakra yang Kyuubi bawa. Jadi setelah ditembakkan, serangan itu membentuk putaran mirip shuriken berkekuatan super. "Kau tak akan bisa menghindarinya lagi, apa yang akan kau lakukan, hah!!?" ucap Madara.
Hashirama tak tampak
ketakutan. Ia berhenti, membalikkan badan dan kemudian menggigit jempolnya,
lalu menciptakan segel. "Kuchiyose ..."
Gojuu
Rashoumon!!!!" Hashirama memunculkan gerbang pertahanan berlapis, mirip
seperti yang Orochimaru gunakan saat menahan bijuudama Naruto hanya saja lebih
besar.
"Dengan ini ..."
"Dia merubah lintasan tembaknya!?" pikir kaget Madara. Meski tak mampu menahan sepenuhnya, setidaknya pertahanan tersebut mampu membelokkan tembakan Madara. Sehingga, bijuudama dengan pedang tadi melesat menuju laut. Namun ... Tembakkan itu terus melesat hingga sampai di pulau berikutnya dan meledak di sana.
"Serangannya mencapai sisi pantai yang lain!?" ucap kaget Hashirama. "Hashirama, sudah lama semenjak pertarungan terakhir kita. Aku yakin kau pasti menyadari betapa banyak aku berkembang." ucap Madara.
"Dia merubah lintasan tembaknya!?" pikir kaget Madara. Meski tak mampu menahan sepenuhnya, setidaknya pertahanan tersebut mampu membelokkan tembakan Madara. Sehingga, bijuudama dengan pedang tadi melesat menuju laut. Namun ... Tembakkan itu terus melesat hingga sampai di pulau berikutnya dan meledak di sana.
"Serangannya mencapai sisi pantai yang lain!?" ucap kaget Hashirama. "Hashirama, sudah lama semenjak pertarungan terakhir kita. Aku yakin kau pasti menyadari betapa banyak aku berkembang." ucap Madara.
"Hah,
apa kau ingin menghancurkan semua yang sudah kita lakukan sejauh ini!? Semua
usaha kita!!?" ucap Hashirama, sambil tetap dengan kuda-kuda siap
bertarung. "Pertarungan kita tak akan menghasilkan apapun, ini hanya akan
membawa luka bagi desa dan shinobi!! Ini adalah penghinaan bagi saudara dan
rekan kita!!"
"Berani-beraninya kau ..." Madara malah semakin marah ketika mendengar itu.
"Aku tak ingin membunuhmu!!" ucap Hashirama. "Apa kau merasa kalau kau bisa membunuhku jika kau mau!?" ucap Madara. "Tidak!" Sahut Hashirama, "Aku hanya berpikir kalau kita adalah teman." lanjutnya.
"Berani-beraninya kau ..." Madara malah semakin marah ketika mendengar itu.
"Aku tak ingin membunuhmu!!" ucap Hashirama. "Apa kau merasa kalau kau bisa membunuhku jika kau mau!?" ucap Madara. "Tidak!" Sahut Hashirama, "Aku hanya berpikir kalau kita adalah teman." lanjutnya.
"Aku
sudah berada di atas!!!" teriak Madara, yang diikuti dengan raungan kyuubi
berjubah Susanoo. Posisi Madara saat ini benar-benar seolah tak terkalahkan.
Namun, Hashirama tetap tak mau kalah, dan kemudian mengeluarkan salah satu
jutsu terkuatnya. "Tak ada jalan lain lagi. Senpou ... Mokuton,
Shinsuusenju!!!!"
Tanda khusus keluar dan melapisi wajah Hashirama, sama seperti saat Tsunade berada di mode terkuatnya. Kemudian, muncul sosok dewa, mirip budha raksasa dengan ribuan tangan di belakangnya. Monster tersebut begitu besar, ukurannya bahkan beberapa kali lebih besar dari Kyuubi.
Tanda khusus keluar dan melapisi wajah Hashirama, sama seperti saat Tsunade berada di mode terkuatnya. Kemudian, muncul sosok dewa, mirip budha raksasa dengan ribuan tangan di belakangnya. Monster tersebut begitu besar, ukurannya bahkan beberapa kali lebih besar dari Kyuubi.
"Aku datang,
Madara!!!"
"Keluarkan serangan terbaikmu, Hashirama!!" Madara masih begitu percaya diri kalau ia bisa menang. Pertarungan terus berlanjut. Dan tiba-tiba, scene berpindah, menuju Flasback yang bahkan lebih jauh lagi ...
"Keluarkan serangan terbaikmu, Hashirama!!" Madara masih begitu percaya diri kalau ia bisa menang. Pertarungan terus berlanjut. Dan tiba-tiba, scene berpindah, menuju Flasback yang bahkan lebih jauh lagi ...
"Ukhh!!"
seorang anak melempar batu di sungai. Namun, lemparannya tak pernah bisa sampai
menyentuh sisi sungai yang satunya. "Huh, selanjutnya aku pasti bisa
mengirimnya sampai ke sisi lainnya." ucap anak itu, yang tak lain adalah
Madara kecil.
Ia kembali mencobanya, namun lagi-lagi tidak
berhasil.
"Harusnya kau melemparnya sedikit lebih tinggi." ucap seorang anak laki-laki yang tiba-tiba saja datang. "Itulah bagaimana caranya." ucap anak itu. Sejenak Madara terdiam, melihat ke arah anak itu, dan kemudian berkata, "Aku tahu itu. Kalau aku benar-benar mau, aku pasti bisa." ucap Madara. "Ngomong-ngomong, kamu siapa?" Madara bahkan tidak tahu siapa dia.
Kemudian, anak kecil itu memperkenalkan diri. "Hmm, sekarang, bisa dibilang aku adalah saingan melempar batumu. Yah, lemparanku sudah mencapai sisi satunya sih." ucap anak itu, yang tak lain adalah Hashirama kecil. Pertemuan dan takdir, itulah pertama kali Hashirama bertemu Madara.
"Harusnya kau melemparnya sedikit lebih tinggi." ucap seorang anak laki-laki yang tiba-tiba saja datang. "Itulah bagaimana caranya." ucap anak itu. Sejenak Madara terdiam, melihat ke arah anak itu, dan kemudian berkata, "Aku tahu itu. Kalau aku benar-benar mau, aku pasti bisa." ucap Madara. "Ngomong-ngomong, kamu siapa?" Madara bahkan tidak tahu siapa dia.
Kemudian, anak kecil itu memperkenalkan diri. "Hmm, sekarang, bisa dibilang aku adalah saingan melempar batumu. Yah, lemparanku sudah mencapai sisi satunya sih." ucap anak itu, yang tak lain adalah Hashirama kecil. Pertemuan dan takdir, itulah pertama kali Hashirama bertemu Madara.
source by :beelzeta
Author : Masashi kishimoto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar