Saat itu, ketika mereka masih kanak-kanak, mereka pernah
berada dalam posisi yang mirip dengan saat ini. Mereka berdua sama-sama
memasang kuda-kuda, dan hendak bertarung. Bedanya, waktu itu adalah latih
tanding, dan Minato mengawasi mereka. "Baiklah, pertarungan
dimulai!!" Minato memulainya.
Kakashi dan Obito saling serang, dan di masa sekarang
pertarungan mereka juga telah dimulai. Benar-benar mirip, bahkan gerakan dan
jenis jurus yang digunakan. "Katon: Goukakyuu no Jutsu!!" Obito
menyerang Kakashi dengan semburan api.
Kakashi mampi menghindarinya, dan terus maju menyerang
dengan menggunakan kunainya. Batsss!!! Mereka saling tebas dan sama-sama mampu
menghindar.
"Obito...
Tekadmu yang dulu...
Masih terus...
Ada
di dekatku..."
Pertarungan terus berlanjut.
"Yang bisa kulakukan sekarang adalah...
melindungi Naruto!!"
"Kau... yah, semua orang..
Suatu hari nanti...
akan menjadi sepertiku..."
"Sasuke adalah seorang ninja pelarian..
Seharusnya dia dibunuh..."
"Aku pasti akan membawa kembali Sasuke!!!" ucap
Naruto dulu. Kakashi masih ingat betul dengan saat-saat itu. Sambil tetap
menghadapi Obito, sosok Naruto terus tergambar di benaknya.
"Naruto...
kau tak akan pernah kehilangan jalanmu..
Kau lebih kuat dariku...
Dan jauh lebih unik..."
Kini Kakashi telah berhasil menjatuhkan Obito, sama seperti
waktu mereka masih kecil dulu. Waktu itu, Kakashi juga berhasil menjatuhkannya
dan kemudian menodongkan kunai ke wajahnya. "Baik, sudah cukup
pertarungannya, pemenangnya Kakashi. Ayo kalian saling menghormat.." ucap
Minato saat itu.
Waktu itu mereka berjabat jari, tanda perdamaian, namun
tidak saat ini. "Hanya ini yang bisa kulakukan saat ini.. aku akan
melakukan apa yang kubisa. Untuk melindungi Obito yang dulu... aku harus...
membunuh Obito yang sekarang!!"
Tak ada istilah damai, Kakashi melanjutkan serangannya
hingga benar-benar menembus tubuh Obito, dan ini bukanlah genjutsu.
"Uukhhh!!!" Obito menghempaskan dirinya ke
belakang, dan begitu pula dengan Kakashi. Tampak tubuh Obito menyisakan lubang
yang dalam, yang seperti dikatakan tadi bukanlah genjutsu seperti sebelumnya.
"Ini sudah berakhir, Obito.." ucap Kakashi.
Obito menggunakan jutsu dimensinya dan kembali ke medan perang.
"Ukh!!" tampaknya Kakashi hendak mengejar, namun energinya telah
terkuras.
Di medan
perang, di sisi Madara, tampak Susano'onya telah berhasil menusuk tubuh bunshin
Hashirama, meski Madara cuma duduk-duduk.
"Hashirama.. kau terlalu banyak memfokuskan kekuatanmu
pada tubuhmu yang aslu, bunshin mu jadi tidak menyenangkan untuk dipakai
bermain.." ucap Madara.
"Madara..
kau juga telah..."
Brukkk...
Bunshin Hashirama kembali menjadi kayu dan kemudian lenyap.
Kemudian, Madara merasakan sesuatu. "Itu??" suatu
pusaran muncul tak jauh darinya, dan kemudian Obito muncul dari sana. Dalam keadaan
sekarat. "Uukhh..."
"Aku tak membutuhkannya lagi.." ucap Madara dalam
hati. Ia kemudian bersiap untuk melakukan sesuatu. "Aku ingin bertarung
melawan Hashirama sebelum menjadi Jinchuriki, tapi... sepertinya tak ada cara
lain lagi.."
"Gyaaahhh!!!" Obito berteriak bersamaan dengan
segel yang Madara rapal. "Tubuhku..." Obito merasakan ada sesuatu
yang salah dari tubuh bagian kirinya, tubuh yang diutak-atik Madara dulu.
"Gyaaahhh!!!" setengah tubuh Obito berubah menjadi gelap.
"Inilah waktunya untuk membangkitkanku kembali
menggunakan Rinne Tensei.." pikir Madara. Ia hendak menggunakan Obito
untuk merapalkannya jutsu pembangkit tersebut. Obito seolah tak mampu
mengendalikan dirinya, dan kemudian setelah sebelumnya sempat teringat akan
Rin, Obito pun bangkit dan membentuk segel tangan,
"Woooooaaahhhh!!!!!"
Bersambung ke : Naruto Chapter 637
Author : Masashi kishimoto
Source by : beelzeta.com







Tidak ada komentar:
Posting Komentar